Showing posts with label iptek. Show all posts
Showing posts with label iptek. Show all posts

Saturday, August 20, 2011

Menginap di hotel luar angkasa, siapa takut!

Menginap di hotel, ah itu biasa. Tapi bagaimana jika hotelnya berada di luar angkasa? menarik bukan? dan ini bukan mimpi di siang bolong.

Adalah seorang pengusaha asal Rusia bekerjasama dengan Orbital Technologies yang mempunyai inovasi menyediakan hotel di luar angkasa.

"Modul hotel yang kami rencanakan tak akan mengingatkan Anda pada International Space Station (ISS). Hotel harus memberikan kenyamanan di dalamnya dan memungkinkan melihat Bumi lewat 'jendela' yang banyak," kata Sergei Kostensko, Chief Executive Orbital Technologies.

Sebelumnya kita hanya bisa melihat bumi diluar angkasa sana melalui gambar-gambar yang dikirimkan oleh NASA, saat ini anda bisa melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri di balik hotel luar angkasa sana. Menarik bukan.

Di luar angkasa sana kita bisa melihat birunya planet Bumi dan keindahan alam semesta.

Wow, sekarang kita tidak hanya bisa traveling di Bumi, tapi ke luar angkasa. Tapi tunggu dulu, sebelum anda menggebu-gebu ingin liburan ke luar angkasa sana, anda harus merogoh kocek yang tidak murah. Setidaknya anda harus menyediakan uang sekitar Rp. 8.5 miliar. Rinciannya Rp. 7 miliar untuk hotel dan sisanya untuk biaya pesawat. Cukup murah jika dibandingkan dengan merakit pesawat & hotel luar angkasa sendiri :D hehe

Tapi, apakah Orbital Technologies sudah mempertimbangkan resiko rusaknya modul akibat benda-benda ruang angkasa seperti tertabrak oleh komet dan serpihan-serpihan benda ruang angkasa? entahlah, yang jelas kalau hotel di Bumi mengalami kerusakan atau gentingnya bocor, tinggal panggil tukang aja, langsung beres. Nah kalau hotelnya di luar angkasa?!?!?


Commercial Space Station


Commercial Space Station


Commercial Space Station


Commercial Space Station


Commercial Space Station In Section


Commercial Space Station In Section


Commercial Space Station In Section


Commercial Space Station In Section


Commercial Space Station


Commercial Space Station


Commercial Space Station


Commercial Space Station


Commercial Space Station


Commercial Space Station


Commercial Space Station

Video






Dua Siswi Bandung Ciptakan Robot Pengukur Udara


INILAH.COM, Bandung - Michelle Emmanuella (15) dan Jacelyn Olivia (13), dua siswa binaan Next System; Robotic Learning & Experience System berhasil menciptakan robot yang mampu mengukur kualitas udara.

"Konsep awal dari pembuatan robot ini adalah ikut kontribusi dalam penerapan Go Green di Kota Bandung dan bentuknya dengan mengukur kualitas udara," ungkap Managing Director Next System; Robotic Learning & Experience System Christianto Tjahyadi saat ditemui wartawan di ITC Kosambi, Jalan Baranangsiang Kota Bandung, Senin (27/6/2011).

Robot yang diberi nama Green Bird ini dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi gas-gas berbahaya bagi manusia, di antaranya, asap kebakaran, knalpot, elpiji, propana, dan karbon monoksida.

Selain itu, kelebihan lain dari robot Green Bird ini yakni menggunakan material lokal, mulai dari bodi, hingga material lainnya. "Yang menggunakan bahan impor hanya sensor karena kita sendiri masih sulit untuk membuatnya," tambahnya.

Robot Green Bird ini merupakan robot prototipe dan bisa diaplikasikan di dalam kehidupan manusia. Biaya untuk pembuatan robot ini sendiri tergolong cukup murah dengan menghabiskan dana sekitar Rp500 ribu.

"Untuk ke depan kita akan menambah kecerdasan robot. Di antaranya dengan menambah sensor gerak sehingga robot terhindar tabrakan, kemudian hasil pemantauan robot terkait kadar udara bisa dikirim dari robot ke komputer," tandasnya. [gin]

Friday, August 12, 2011

Akhirnya, Oksigen Ditemukan di Luar Angkasa


SALAH satu penelitian terpanjang astronom yakni memburu molekul oksigen di ruang angkasa akhirnya menemui seberkah cahaya terang.

Atom oksigen tunggal telah ditemukan sendiri atau bergabung dengan molekul lain. Namun, molekul oksigen yang biasa kita hirup belum pernah terlihat.

Teleskop ruang angkasa Herschel melihat molekul-molekul di daerah pembentuk bintang pada konstelasi Orion.

Penemuan itu akan diterbitkan dalam Astrophysical Journal. Oksigen adalah unsur paling melimpah ketiga di kosmos, setelah hidrogen dan helium.

Bentuk molekulnya, dengan dua atom bergabung dengan ikatan rangkap, membuat kehidupan di Bumi menjadi mungkin. Sayangnya, bentuk ini tidak pernah secara definitif terlihat di ruang angkasa.

Sebuah upaya sejak 2007 dari teleskop Odin, Swedia, yang diterbitkan dalam jurnal Astronomi dan Astrofisika, mengklaim penemuan oksigen di daerah pembentuk bintang. Tapi, penemuan ini tidak bisa dikonfirmasikan.

Satu lokasi yang mungkin untuk mencari oksigen yang hilang adalah di butiran debu dan air es di angkasa luar.

Tim memilih wilayah pembentuk bintang di konstelasi Orion karena percaya bahwa oksigen akan keluar dari es dan debu di ruang yang harus panas. (bbc.co.uk/OL-5)

Wednesday, August 10, 2011

NASA Ungkap Ada Sungai di Mars


WASHINGTON--MICOM: Gambar terbaru dari rangkaian pegunungan di Mars mungkin menjadi bukti terbaik atas keberadaan air di planet tersebut.

Temuan ini dimuat dalam laporan Jurnal Sains, yang dibuat oleh riset bersama AS dan Swiss.

Rangkaian gambar yang diambil dari satelit pemantau Mars Reconnaissance Orbiter menunjukan banyak sulur gelap dengan lebar beberapa meter. Sulur ini keluar dari bebatuan dan mengalir ratusan meter ke bawah.

Sulur tersebut terlihat di sisi bukit yang disinari matahari musim panas, mengalir melintasi sejumah halangan dan kadang menyebar, tetapi ketika musim dingin tiba, sulur itu menghilang.

Hal ini diperkirakan karena mereka terbuat dari lumpur yang mencair.

"Sulit untuk dibayangkan mereka dibentuk dari hal lain selain benda cair yang meluncur dari lereng," kata Richard Zurek seorang ilmuwan dari Laboratorium NASA.

"Mereka muncul dalam keadaan terlalu dingin untuk air segar".

"Penjelasan terbaik dari observasi ini adalah aliran air asin, meski riset ini tidak membuktikan hal itu," kata Professor Alfred McEwen, dari Universitas Arizona, selaku ketua penulis laporan ini.

Kadar garam merendahkan suhu yang membekukan air, dan air yang sama asinnya dengan lautan di Bumi bisa saja ada di lokasi Mars ini di musim panas.

"Ini bisa menjadi air yang mengalir pertama," kata Professor McEwen.

Laporan ini juga memberi implikasi terhadap pencarian kehidupan makhluk ruang angkasa.

"Air adalah sumber kehidupan, dan kami menemukan kehidupan di setiap ceruk yang lembab di bumi," kata Dr Lewis Dartnell, penerliti Universitas College London, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Jadi mungkin di sana ada mikroba yang hidup di masa musim panas yang diisi oleh lelehan air di permukaan gurun Mars".

Penemuan ini juga mendapat tanggapan dari Professor Shiladitya DasSarma dari Universitas Maryland. "Hasil penelitian tersebut selaras dengan dugaan keberadaan danau-danau air asin di bawah permukaan Mars".

"Ini adalah sebuah kemungkinan yang menarik bagi kami yang meneliti Halophilic mikroba-mikro organisme- di Bumi, sejak terbuka kemungkinan kalau mikro organisme serupa mungkin juga hidup di planet tetangga kita," katanya.

Ahli geologi Joe Levy dari Universitas Portland, yang juga tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan riset itu mewakili sebuah target astrobiologis yang sulit.

Sulur-sulur misterius itu kemungkinan bisa menjadi tempat terbaik bagi kehidupan makhluk Mars.

Professor McEwen mengatakan untuk kehidupan saat ini, tempat itu merupakan lokasi yang paling memungkinkan. (BBC/OL-3)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates